Skip to main content

Prosedur Dan Teknik Pelaksanaan IUI (Inseminasi)

Prosedur Dan Teknik Pelaksanaan IUI (Inseminasi)
Prosedur Dan Teknik Pelaksanaan IUI (Inseminasi) - seperti dijelaskan pada artikel sebelumnya IUI adalah cara alternatif yang dilakukan oleh pasangan suami istri yang belum juga dikaruniai seorang anak setelah beberapa tahun menikah, dengan bantuan dokter yaitu dengan cara menyuntikkan sel spe**a ke dalam rahim pada saat calon ibu mengalami ovulasi atau masa subur.

Namun ketika pasangan suami istri akan melakukan cara alternatif IUI ini, ada beberapa prosedur yang harus dilakukan agar cara ini efektif, dan juga teknik IUI yang dilakukan oleh dokter juga terlaksana dengan baik, berikut adalah prosedur dan teknik pelaksanaan IUI :

Prosedur pelaksanaan IUI:

  1. Pemberian obat kepada istri untuk memacu ovulasi
  2. Pasangan suami istri normal hanya diberi klomifen sitrat mulai hari ke 3 - 5 menstruasi selama 5 hari
  3. Pasangan suami istri dengan masalah seperti anovulasi atau gangguan hormon diberi HMG atau FSH untuk memicu perkembangan sel telur, dosis ini umumnya diberikan pada hari ke 5 - 9.
  4. Pemeriksaan USG va**nal untuk melihat perkembangan folikel
  5. Setelah dilihat dan sel telur ukurannya sudah mencapai minimal 18 mm, maka akan diberikan suntikan HCG unutk memecah sel telur, ovulasi terjadi 36 - 42 jam setelah suntik HCG
  6. Pemasukan sel spe**a yang telah di cuci ke rongga rahim yang dilakukan 36 jam setelah suntik HCG
  7. Kehamilah bisa dilihat dari tidak terjadinya haid pada siklus selanjutnya.

Teknik pelaksanaan IUI

  • Pasien berbaring telentang di meja periksa khusus yang biasa dipakai untuk periksa dalam atau ibu hamil, pasien tidur dengan posisi pinggang lebih tinggi dari badan dan kepala, kaki dalam posisi terbuka dan tergantung pada penyangga kiri dan kanan
  • Dokter memasukkan speculum, yaitu alat untuk memeriksa bagian dalam yang terbuat dari logam atau plastik ke dalam miss V sampai tampak mulut rahim
  • Spe**a dimasukkan melalu kateter, lalu ujung kateter di masukkan melalui mulut rahim, saluran leher rahim, sampai ke rongga rahim secara hati-hati untuk menhindari cidera lapisan rongga rahim
  • Setelah ujung kateter berada di rongga rahim paling luas, spe**a disemprotkan dari dalam kateter lalu kateter yang telah kosong ditarik kembali
  • Pasien tetep berbaring dengan posisi sama selama kurang lebih satu jam, lalu pasien diperbolehkan pulang, sesampainya di rumah dianjurkan untuk bed rest
Metode IUI ini mempunyai tingkat keberhasilan hanya sekitar 10%, apabila terjadi kegagalan sebaiknya dilakukan pengulangan dengan metode yang sama tetapi tidak lebih dari tiga kali, hal ini dikarenakan akan tetap memberikan kegagalan pada pelaksanaan selanjutnya, disarankan untuk melakukan program lain seperti bayi tabung.

Demikian kiranya artikel tentang prosedur dan teknik pelaksanaan IUI ini, bagikan jika dirasa bermanfaat, dan terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar