Skip to main content

5 Mitos Keguguran Yang Masih Dipercaya

Mitos-Mitos Keguguran Yang Masih Dipercaya
5 Mitos Keguguran Yang Masih Dipercaya - dikutip dari liputan6.com , keguguran merupakan hal yang palin ditakutkan oleh keluarga, bahkan banyak keluarga yang menutupi keguguran ini, bahkan mitos yang sering dipercaya oleh banyak masyarakat adalah ketika seorang ibu yang sedang mengandung sebelum mencapai trimester ketiga dilarang mengumbar kehamilannya, karena akan menyebabkan keguguran.

Dari mitos-mitos keguguran inilah yang akan menyulitkan tenaga kesehatan untuk membantu ibu hamil tersebut, dikarenakan mitos-mitos keguguran yang bertahan di masyarakat, dibawah ini beberapa mitos-mitos keguguran yang paling dipercaya oleh masyarakat Indonesia, dan dibawah ini pula terdapat fakta tentang keguguran.

5 Mitos Keguguran Yang Masih Dipercaya:

1. Faktor kesalahan ibu
Untuk faktor yang pertama ini adalah yang paling banyak dipercaya oleh masyarakat Indonesia, yaitu kesalahan ibu, padahal mayoritas kebanyakan keguguran disebabkan oleh jumlah kromosom yang abnormal. Ketika sp3rma dan sel telur bertemu, mereka masing-masing membawa 23 kromosom DNA yang berpasangan untuk membuat genom embrio baru.

Terkadang, proses ini akan menyebabkan aneuploidi, atau kromosom yang tidak berpasangan. Jenis yang paling terkenal dari aneuploidi mungkin Down Syndrome, yang terjadi ketika embrio memiliki tiga salinan kromosom 21 yang seharusnya berjumlah dua.

Beberapa jenis aneuploidi, seperti Down Syndrome bisa selamat, akan tetapi lainnya, seperti trisomi 18 atau trisomi 13, sering fatal setelah lahir. Selain itu, aneuploidies lainnya tetap memiliki dampak yang besar pada telur yang dibuahi bahwa embrio tidak dapat berkembang. Kesalahan genetik ini penyebab keguguran paling sporadis, dan tidak ada hubungannya dengan perilaku ibu atau pilihan selama masa kehamilan.

Namun jika kromosom baik-baik saja maka ada sesuatu yang salah dengan ibu. Ketika embrio atau janin memiliki jumlah kromosom yang sesuai, mereka berasumsi bahwa ada sesuatu yang salah dengan kesehatan ibu yang menyebabkan keguguran. Namun dalam kenyataannya, aneuploidi bukan satu-satunya masalah genetik yang dapat menyebabkan keguguran. Melainkan kelainan pada rahim pun bisa menjadi penyebab keguguran.

2. Keguguran penyebab kemandulan
Pada kenyataannya, keguguran biasanya hanya terjadi sekali atau dua kali, kemudian selanjutnya besar kemungkinan akan lahir normal. Banyak masalah kesehatan yang menjadi penyebab keguguran, seperti masalah tiroid, fibroid di uterus atau gangguan pembekuan darah, yang dapat diobati.

3. Tubuh harus istirahat setelah mengalami keguguran
Mitos yang satu ini juga banyak dipercaya oleh masyarakat di Indonesia namun nyatanya, banyak yang berhasil lahir normal terjadi setelah keguguran. Selain itu, semakin cepat terjadi kehamilan maka risiko terjadi kehamilan ektopik semakin kecil.

4. Keguguran disebabkan aktifitas fisik atau stres
Anda mungkin pernah mendengar bahwa mengangkat beban berat atau ketika masa kehamilan dalam tekanan (stres) bisa menyebabkan keguguran. Tapi nyatanya pernyataan ini tidak benar, begitu pula dengan latihan fisik ringan.

Dibuktikan dari wanita hamil yang ada di Palestina yang setiap saat khawatir akan bom atau tembakan, mereka masih bisa lahir normal dibandingkan wanita hamil di Amerika Serikat yang angka kegugurannya tinggi.

5. Keguguran harus dirahasiakan
Mitos yang satu ini juga sangat dipercaya di masyarakat Indonesia, namun ada banyak manfaat ketika Anda jadi lebih terbuka ketika Anda mengalami keguguran. Misal, banyak yang mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan atau orang terdekat untuk memberikan semangat kepada Anda agar tidak putus asa.

Demikian artikel tentang mitos-mitos keguguran yang masih dipercaya, semoga bermanfaat dan terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar