Skip to main content

Apa sih Penyebab Kadar Air Ketuban Sedikit?

Penyebab Kadar Air Ketuban Sedikit Penyebab Kadar Air Ketuban Sedikit - banyak wanita yang sedang hamil khawatir dengan masalah kehamilan yang satu ini, ketika bayi atau janin yang sedang berkembang didalam rahim, sang janin akan selalu terus bergerak di dalam rahim. Dan air ketuban akan membantu sang bayi untuk dapat bergerak secara bebas dan leluasa. Pada masa kehamilan trimester kedua, bayi akan mulai bernafas dan menelan air ketuban.

Dijumpai dari adanya beberapa kasus, beberapa ibu hamil yang mengalami kadar air yang rendah pada air ketuban. Keadaan ini kekurangan kadar air ketuban ini disebut dengan oligohidramnion. Dapat dikatakan oligohidramnion jika volume air pada ketuban kurang dari 500mL yang terjadi pada kehamilan berumur 32-36 minggu. 4% dari kehamilan didiagnosa mengalami oligohidramnion. Menurut americanpregnancy.org, oligohidramnion dapat terjadi karena beberapa faktor seperti dibawah ini :

Penyebab kadar air ketuban sedikit:


1. Kelahiran cacat
Cacat lahir ini biasanya berhubungan dengan perkembangan ginjal dan saluran kemih yang dapat menyebabkan produksi urin sedikit sehingga akan menyebabkan rendahnya kadar air pada ketuban.

2. Plasenta yang bermasalah
Jika plasenta tidak menyediakan cukup darah dan nutrisi untuk bayi, bayi kemungkinan akan berhenti mendaur ulang cairan.

3. Bocor atau pecah selaput ketuban
Air ketuban bisa saja keluar sedikit demi sedikit atau menyembur bila selaput ketuban bocor. Hal ini akan menyebabkan kadar air ketuban menjadi rendah.

4. Usia kandungan sudah lama dan melebihi waktu normal
Usia kandungan yang sudah lebih dari 42 minggu akan dapat menurunkan fungsi plasenta dan dapat menyebabkan rendahnya kadar air ketuban, bahkan berkurang sampai setengahnya.

5. Penyakit komplikasi pada si ibu
Penyakit yang diderita oleh calon si ibu bisa berupa dehidrasi, hipertensi, diabetes, preeklamsia, dan hipiksia kronis dapat menyebabkan berefek pada kadar air ketuban.

Diatas adalah beberapa sebab kadar air ketuban sedikit, pada tiap wanita tidak lah sama, lebih baik periksalah secara rutin ke dokter Anda, agar kesehatan si ibu dan bayi dalam kandungan tetap sehat, sekian semoga bermanfaat dan terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar